BPK Wilayah III Sumbar Dukung KPGH Hidupkan Tambua Tansa Klasik
BPK Wilayah III Sumbar Dukung KPGH Hidupkan Tambua Tansa Klasik
Tanjung Raya, Palanta Nusa- Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat mendukung Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH), menghidupkan Tambua Tansa Klasik dari Kepunahan. Melalui Program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026, penyelamatan Objek Pemajuan Kebudayaan seni musik tradisional sukses terselenggara pada Kamis malam (9/7).
Kegiatan ikut hadir Kepala BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, diwakili Hariadi, S.S, M.Si, Bupati Agam, diwakili Kadisdikbud Agam, Andri, S.T, M.T, Camat Tanjung Raya, Al Hafidz, S.STP, M.A didampingi Ketua TP PKK, Walinagari, Ketua KAN dan Guru Tuo Tambua Tansa Sungai Batang.
Cuaca cerah dengan antusias masyarakat, memadati Medan Nan Bapaneh Anak Nagari Sungai Batang. Suasana yang masih membekas dampak bencana galodo, meredupkan sejenak trauma masyarakat.
"Trauma healing sekaligus penyelamatan Tambua Tansa Klasik ini, menyatukan hati masyarakat Sungai Batang. Rasa, karsa dan karya cipta masyarakat tradisional ini menghidupkan ingatan kolektif terhadap pentingnya menghargai warisan nenek moyang Sungai Batang." Ungkap Rudi Yudistira selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KPGH.
Kegiatan merupakan support BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, melalui Fasilitas Pemajuan Kebudayaan tahun 2026. Selain penyelamatan Tambua Tansa Klasik, juga sebagai bentuk Trauma Healing atau Bangkit Dari Bencana Galodo 2025.
Kesenian musik ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai manusia dengan anugrah akal dan pikiran, lahirlah atraksi budaya yang mampu membangkitkan semangat gotong royong.
"Festival Tambua Tansa Klasik ini, mendapat dukungan dari Ninik Mamak dan Guru Tuo Tambua Tansa. Apresiasi yang sangat besar kami rasakan kali ini. Agak jauh berbeda dari belasan ivent yang pernah terlaksan pada tahun-tahun sebelumnya," Ujarnya.
Walinagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo. Kemeriahan terasa memberikan sejuta makna pasca bencana banjir bandang yang melanda nagari ulama ini. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini yang mampu berdampak besar terhadap semangat kekompakan dan kebersamaan masyarakat. Terimakasih KPGH, yang berjibaku menghidupkan semangat hidup masyarakat." tuturnya.
Bupati Agam, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Andri juga bangga dengan Pelestarian Kebudayaan Tradisional tersebut. Meski melanda bencana, gerakan optimis dari Anak Nagari Sungai Batang ini, patut mendapat apresiasi terbaik.
"Kami mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam sangat bangga terlaksana Festival Tambua Tansa Klasik 2026 ini. Padahal KPGH baru saja berkolaborasi dengan pihak FIB Unand, dalam kegiatan Manuskrip Syair Ulama Minangkabau di Kutub Chanah Sungai Batang. Geliat ini tentunya mendukung kemajuan Kabupaten Agam secara tidak langsung." Terang Kadisdikbud Agam, Andri, S.T, M.T.
Kepala BPK Wilayah III Provinsi Sumatera Barat, melalui Hariadi memaparkan, dukungan ini berasal dana abadi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk itu, semua kelompok dan sanggar dapat berkompetisi mengajukannya ke Balai Pelestarian Kebudayaan atau langsung ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Ada dana abadi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Pertama Indonesia Raya, kedua Fasilitas Pemajuan Kebudayaan. Anggaran ini sekali dalam setahun, dapat menfasilitasi setiap kelompok atau sanggar kesenian.
"Untuk itu, manfaatkanlah agar bisa melaksanakan kegiatan pelestarian dan pemajuan kebudayaan desa."katanya.
Editor Mursyidi

0 Komentar