Panitia Kurban Nuansa Griya Megatama Tahap 1 menyembelih sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing
Panitia Kurban Nuansa Griya Megatama Tahap 1 menyembelih sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing
LUBUK BASUNG Palanta Nusa— Ada pemandangan yang tidak biasa dan sangat seru dalam pelaksanaan ibadah kurban di Komplek Perumahan Nuansa Griya Megatama Tahap 1, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Rabu (27/5). Warga di komplek ini sukses menunjukkan kekompakan yang luar biasa hingga membuat suasana kurban tahun ini terasa sangat hidup dan meriah.
Tahun ini, Panitia Kurban Nuansa Griya Megatama Tahap 1 menyembelih sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Namun, daya tarik utamanya bukan pada jumlah hewan kurbannya, melainkan pada tradisi gotong royong warganya yang begitu kental dan kompak sejak pagi hari.
Sejak pagi setelah salat Id, area fasilitas umum komplek sudah dipadati warga yang berbagi tugas. Menariknya, proses pengolahan daging di komplek ini dilakukan secara serentak dan berdampingan. Saat barisan bapak-bapak komplek sedang fokus dan bersemangat melakukan pencacahan daging, di sudut lain ibu-ibu komplek tidak mau kalah. Mereka langsung menggelar aksi Masak Besar dengan mendirikan tungku-tungku kayu. Sebagian daging yang baru saja selesai dicacah oleh bapak-bapak, sebagian langsung dimasukkan ke dalam kuali raksasa untuk dimasak menjadi rendang bersama-sama.
Aroma harum rempah-rempah yang menusuk hidung langsung menyelimuti area komplek, membakar semangat warga yang sedang bekerja bergotong royong.
Ketua Komplek Nuansa Griya Megatama Tahap 1, Hendri, mengaku sangat bangga melihat antusiasme warganya yang begitu tinggi. Menurutnya, momen seperti inilah yang mempererat rasa kekeluargaan antarwarga perumahan.
"Alhamdulillah, kurban tahun ini benar-benar luar biasa. Bagi kami, momen ini bukan cuma soal memotong hewan kurban, tapi bagaimana kita merawat kebersamaan. Hari ini kita bisa lihat sendiri, bapak-bapak memeras keringat mencacah daging dan di saat bersamaan ibu-ibu langsung mengaduk rendang di tungku. Rasa lelah jadi tidak terasa karena semuanya dikerjakan bersama-sama dengan gembira. Ini bukti warga kita satu rasa dan sangat kompak," kata Hendri saat ditemui di lokasi.
Kelancaran acara kurban yang melibatkan puluhan warga ini tentu tidak lepas dari kerja keras panitia di balik layar. Di bawah arahan Koordinator Pelaksana Penyembelihan, Deki Eka Jetra, dan dibantu oleh Fransisko selaku Sekretaris, semua proses berjalan dengan rapi, bersih, dan cepat.
Deki Eka Jetra menyebutkan bahwa kerja sama yang solid antara tim pencacah dan dapur umum ibu-ibu menjadi kunci suksesnya acara hari ini.
"Mengatur acara yang melibatkan banyak orang tentu punya tantangan sendiri, tapi warga kita punya semangat gotong royong yang luar biasa. Mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, sampai tim dapur ibu-ibu, semuanya berjalan sinkron tanpa ada yang berpangku tangan. Semua warga bergerak dengan penuh tanggung jawab. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan militansi seluruh warga hari ini," ujar Deki dengan tegas.
Kemeriahan Idul Adha di Komplek Nuansa Griya Megatama Tahap 1 tidak berhenti sampai sore. Puncak kebersamaan warga justru berlanjut hingga malam hari setelah ibadah salat Isya.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran acara, seluruh warga komplek kembali berkumpul untuk mengadakan acara syukuran yang sangat seru, yaitu "Mukbang Sate Bersama".
Ratusan tusuk sate yang dagingnya sudah disiapkan khusus sejak siang, dibakar bersama-sama di atas bara api yang memanjang. Suasana malam di Lubuk Basung pun menjadi hangat, penuh tawa, dan keakraban sambil menikmati sate hasil buruan kurban bersama keluarga besar komplek.
Reporter (MHD.IRSYAD)
Editor Mursyidi


0 Komentar