© 2022 Palantanews.id All rights reserved

Tasyakuran Wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan Ke-3 Di SMPN 3 Agam

LUBUK BASUNG Palanta Nusa— Di tengah kekhawatiran publik terhadap besarnya pengaruh gadget dan penurunan moral generasi muda di era digital, sebuah pemandangan yang menggetarkan hati justru tersaji di Aula SMP Negeri 3 Lubuk Basung pada Sabtu (23/5/2026).

Sekolah tersebut sukses menggelar Tasyakuran Wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan Ke-3. Acara tahunan ini menjadi momentum pembuktian bahwa komitmen menjaga moral generasi muda lewat jalur religi masih berdiri kokoh.

Sebanyak 253 siswa dan siswi melangkah pasti dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Di hadapan para guru dan orang tua, mereka resmi diwisuda sebagai hafidz dan hafidzah setelah berhasil menyelesaikan target hafalan mulai dari 1 juz, 2 juz, hingga 3 juz.

Suasana khidmat seketika berubah menjadi penuh haru saat Kepala SMPN 3 Lubuk Basung, Eva Indrayeni, M.Pd, menyampaikan sambutannya. Dengan nada bergetar menahan tangis bahagia, ia mengungkapkan rasa bangganya atas ketekunan para siswa yang mampu menjaga kesucian Kalamullah di tengah gempuran tantangan zaman modern.

"Wisuda tahfidz ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan sebuah titik awal untuk mendalami Al-Qur'an lebih jauh. Kami berharap nilai-nilai Al-Qur'an terus melekat, membentuk karakter mulia, dan menjadi penjaga diri bagi anak-anak kita dalam menghadapi tantangan di era globalisasi ini," ujar Eva penuh emosional.


Ketua Komite SMPN 3 Lubuk Basung, N. Dt. Asa Labiah, yang hadir bersama jajaran pengurus komite, ikut menyuarakan rasa haru sekaligus kekhawatiran yang selama ini dirasakan para orang tua.

Menurutnya, capaian ratusan siswa ini adalah mukjizat kecil di tengah ketergantungan remaja saat ini terhadap layar gawai.

"Saat ini generasi kita dihadapkan pada tantangan nyata era globalisasi, terutama pengaruh gadget yang telah mendikte pola perilaku anak-anak. Alhamdulillah, dengan menjadi hafidz dan hafidzah, anak-anak kita hari ini telah membangun benteng kokoh untuk melindungi akhlak mereka dari hal-hal yang merusak," tegasnya dengan penuh semangat.

Prestasi luar biasa yang ditunjukkan oleh siswa-siswi SMPN 3 Lubuk Basung ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Agam. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Buya Hendra Sadri, S.Ag, memuji sinergi luar biasa antara pihak sekolah, komite, dan para guru yang telah berupaya keras.

"Melahirkan seorang penghafal Al-Qur'an di zaman sekarang bukanlah perkara mudah. Semoga di tahun mendatang, jumlah hafidz dan hafidzah yang lahir dari sekolah ini kian bertambah banyak," tutur Buya Hendra Sadri.


Pesan menyentuh juga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam melalui Pengawas PAI, Masnur, S.Ag, M.S.I. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa perjuangan sesungguhnya baru saja dimulai.

"Menghafal itu sulit, namun mempertahankan hafalan jauh lebih menantang. Oleh karena itu, konsistensi dalam murajaah (mengulang hafalan) sangat diperlukan. Kami juga mengetuk hati para orang tua agar terus mendukung dan mendampingi anak-anaknya di rumah agar cahaya Al-Qur'an ini tidak padam," pesan Masnur.

Suasana haru mencapai puncaknya di akhir kegiatan, saat prosesi pembagian sertifikat tahfidz dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah kepada perwakilan santri. Beberapa orang tua yang hadir tampak menyeka air mata, tak kuasa menahan rasa syukur melihat putra-putri mereka sukses menyelesaikan target hafalan.

Acara tasyakuran ini bukan lagi sekadar seremonial kelulusan biasa, melainkan sebuah pesan pengingat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Agam bahwa dengan Al-Qur'an, generasi muda mampu diselamatkan dari dampak buruk era globalisasi.

Reporter (Mhd.Irsyad)

Editor Mursyidi 

Posting Komentar

0 Komentar