Sebagian Rakyat Agam Masih Menangis, Bupati dan Wabup Agam Beli Mobil Baru
Agam Palantanusa.com
Rakyat sedang menangis menjerit akibat terdampak banjir bandang dan disusul tanah longsor di wilayah, Tanjung Mutiara, Kecamatan Malalak, Palembayan, Bawan dan Tanjung Mutiara. Disisi lain, justru Bupati dan Wakil Bupati Agam malah membeli kendaraan mewah untuk mereka berdua.
"Kami sangat sedih dan menyesalkan atas tindakan pembelian 2 kendaraan dinas untuk pejabat negara, Bupati Agam dan Wakil Bupati Agam, disaat sebagian warga sedang susah dan mengalami bencana," kata Marga Indra Putra, anggota DPRD Agam Fraksi Demokrat.
Hal ini disampaikan pada rapat paripurna pendapat akhir fraksi tentang Ranperda Penyelenggaraan Rancangan Peraturan Daerah dan Penyampaian Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan peraturan daerah tentang pencabutan peraturan daerah nomor 2 tabun 2018 tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari, pada Senin 2/2/2026 di Ruang rapat DPRD Agam, Padang Baru, Kecamatan Lubuk Basung.
"Kenapa pembelian dua kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati sampai terjadi, dan apa tidak punya hati nurani," katanya.
Rapat Paripurna yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Agam, Henrizal yang didampingi Wakil Ketua DPRD Ade Ria yang juga dihadiri 25 anggota DPRD dari 45 anggota DPRD Agam, serta Sekdakab Luthfi dan kepala OPD itu, Marga Indra kembali menegaskan bahwa kenapa pembelian dua kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati sampai terjadi, dan apa tidak punya hati nurani.
Terkait Pokir, Marga Indra yang pernah ketua DPRD Agam, mengungkapkan bahwa pokir anggota dewan banyak yang belum terealisasi termasuk anggota dewan yang telah purnabakti.
" Kami sangat menyesal atas sikap pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, ditempat yang sama di acara rapat paripurna tersebut, anggota DPRD Agam, Epi Suardi juga mempertanyakan pihak pemerintah atas pembelian dua kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati, dimana di saat kini, ekonomi sedang kurang baik- baik saja, ditambah nasib rakyat Agam kini tengah dilanda musibah besar, banjir dan longsor.
" Dan apakah pemerintah daerah tutup mata dan telinga tersumbat. Pembelian kendaraan dinas ini, sangat memalukan dan melukai hati rakyat," katanya.
Terkait dana pokir, anggota dewan yang tidak terealisasi, sikap pemerintah daerah tidak punya komitmen dan mau menang sendiri. Padahal Pokir adalah kepunyaan hak anggota DPRD Agam.
Bupati Agam yang diwakili Sekdakab Agam, Luthfi terkait pertanyaan anggota dewan Marga Indra dan Epi Suardi dalam rapat paripurna tersebut, menjelaskan, akan dijawab melalui surat tentang pembelian dua kendaraan dinas tersebut.
Editor mursyidi

0 Komentar